
(Spb/3/3/2019). Tepat hari ini 3 april 2019 FPBI menyelenggarakan diskusi mengenai perempuan menyambut hari perempuan sedunia. Meskipun hujan sejak pagi hingga siang hari acara tetap dilaksanakan, dengan
tema Bangun kesadaran dan partisifasi buruh perempuan dalam keluarga, masyarakat dan organisasi.
Rangkaian acara tersebut di buka dengan menonton film “KARTINI” yang mengisahkan perjuangan perempuan Indonesia di masa lalu, setelah itu dilanjutkan dengan diskusi membedah film tersrbut.
Beberapa keluarga perempuan memberikan pandangan yang secara umum menyampaikan bahwa buruh perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga mampu memahami peran dan posisi perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki posisi yang sejajar dalam mendapatkan hak seperti hak di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya termasuk peran penting perempuan dalam kehidupan Rumah Tangga, sehingga buruh perempuan harus ikut berjuang dalam merubah keadaan ke arah yang lebih baik tentu saja harus bermodalkan pengetahuan.
Menariknya acara tersebut dihadiri oleh buruh laki-laki dan juga diramaikan dengan kehadiran anak-anak yang penuh dengan keceriaan.
Menurut herman beb buruh laki-laki yang hadir menyatakan bahwa buruh perempuan harus tetap bergerak untuk memperjuangkan hak-haknya dan terus belajar meningkatkan pengetahuannya-tanpa pengetahuan, buruh perempuan akan terus mengalami diskriminasi, pelecehan dan lain lain.
Senada dengan itu menurut ketua umum FPBI (Herman abdurrohman) bahwa pada prinsipnya ketertindasan buruh perempuan masih terus terjadi hanya saja dalam situasi ruang waktu yang berbeda, sehingga buruh perempuan harus terus melanjutkan perjuangan pembebasan perempuan.
Acara nonton bareng dan diskusi juga dihadiri oleh serikat mahasiswa indonesia (SMI). Ketua umum SMI (Nunung Lestari/Nuy) menambahkan partisipasi perempuan belum memperlihatkan substansi partisipasi perempuan dalam banyak aspek, di politik misalnya kuota 30% meskipun kecil di parlement baru sebatas formalitas, jika demikian maka perempuan hanya sebatas pelengkap, seharusnya tidak..!!!
Diskusi semakin seru ketika diskusi terus saling berdialog satu sama lain menyampaikan berbagai pandangan. Dituturkan oleh Dian Septi (pengurus DEN-KPBI) menjelaskan peran buruh perempuan zaman now. Dijelaskan, pada saat sekarang buruh perempuan masih memiliki beban ganda yang masing-masing masih berkadar tinggi, satu sisi beban kerja di rumah tangga, disisi lain terbeban kerja di perusahaan (tempat kerja), hal ini juga mempengaruhi keterbatasan ruang, waktu bagi perempuan dalam mengambil peran aktif perempuan sebagai bagian dari mahluk sosial.
Lebih lanjut dijelaskan, sampai saat ini, kapitalisme semakin memperkuat ketertindasan perempuan, sehingga perempuan harus terus melanjutkan perjuangan dalam mendapatkan berbagai hak, karena perempuan sesungguhnya adalah perawat kehidupan,tutupnya.
Acara diselesaikan jam 3 sore, dilanjutkan ramah tamah antar peserta diskusi. Setelah itu pulang kerumah masing-masing.
(*S)